pengujung

Rabu, 10 April 2013

Pengertian Komputasi Awan (Cloud Computing)

sumber: wikipedia



Komputasi awan atau yang disebut juga dengan cloud computing merupakan penggunaan sumber daya komputasi baik hardware atau software yang digabungkan dengan layanan melalui jaringan (internet). Istilah "cloud" berasal dari penggunaan simbol berbentuk awan sebagai abstraksi untuk infrastruktur kompleks yang dikandungnya dalam diagram sistem.

Konsep umum yang mencakup didalam komputasi awan terdapat seperti SaaS, Web 2.0, dan tren teknologi terbaru lain yang dikenal luas, yang ketergantungan terhadap Internet untuk memberikan kebutuhan komputasi pengguna. Sebagai contoh, Google Apps menyediakan aplikasi bisnis umum secara daring yang diakses melalui suatu penjelajah web dengan perangkat lunak dan data yang tersimpan di server. Komputasi awan saat ini merupakan trend teknologi terbaru, dan contoh bentuk pengembangan dari teknologi Cloud Computing ini adalah iCloud.

komputasi awan ini pun memiliki kelebihan tersendiri, misalnya seperti dibawah ini:

- Lebih murah, karena tidak perlu menyediakan infrastruktur & SDM TI sendiri.
- Lebih reliabel, karena data dan apikasi dijaga oleh layanan tanpa henti 24x7.
- Lebih efisien, karena bisa memilih layanan yang kita butuhkan dan membayar sesuai dengan biaya layanan itu saja.
- Lebih kompatibel, karena dapat diakses dimana saja asal ada koneksi internet.
- Lebih aman, karena seluruh data disimpan dalam sebuah server terpusat yang memiliki fungsi backup.
- Lebih sederhana, karena tidak memerlukan pemahaman sistem TI.

walau komputasi awan memiliki banyak keunggulan, ternyata komputasi awan masih terdapat kekurangan seperti Komputer akan menjadi lambat atau tidak bisa dipakai sama sekali jika internet bermasalah atau kelebihan beban. Dan juga perusahaan yang menyewa layanan dari cloud computing tidak punya akses langsung ke sumber daya. Jadi, semua tergantung dari kondisi vendor/penyedia layanan cloud computing. Jika server vendor rusak atau punya layanan backup yang buruk, maka perusahaan akan mengalami kerugian besar.


Cloud computing mempunyai 3 tingkatan layanan yang berbeda untuk setiap penggunaannya, yaitu:
+ Infrastructure as service, hal ini meliputi Grid untuk virtualized server, storage & network. Contohnya seperti Amazon Elastic Compute Cloud dan Simple Storage Service.
+ Platform as a service, hal ini memfokuskan pada aplikasi dimana dalam hal ini seorang developer tidak perlu memikirkan hardware dan tetap fokus pada pembuatan aplikasi tanpa harus mengkhawatirkan sistem operasi, infrastructure scaling, load balancing dan lain-lain. Contohnya yang sudah mengimplementasikan ini adalah Force.com dan Microsoft Azure investment.
Software as a service: Hal ini memfokuskan pada aplikasi dengan Web-based interface yang diakses melalui Web Service dan Web 2.0. Contohnya adalah Google Apps, SalesForce.com dan aplikasi jejaring sosial seperti FaceBook.


Syarat sebuah server yang cocok untuk Cloud Computing :
Memiliki kemampuan virtualisasi
Virtualisasi merupakan kemampuan untuk menjalankan beberapa server secara virtual disebuah perangkat server utama. Server Virtual bisa dijalankan menggunakan fitur dan aplikasi khusus, misalnya VMWare atau ProxMox. Dengan server virtual, user tidak perlu membeli banyak server untuk menjalankan fungsi server berbeda, misalnya web server, database server, FTP server, dsb. Virtualisasi mutlak diperlukan cloud computing, agar dapat melayani user dengan beragam platform software.
 
Menggunakan arsitektur & komponen orisinal server

Server cloud computing haruslah sebuah “server orisinil”, yaitu sebuah perangkat yang memiliki arsitektur dan komponen server sesungguhnya. Hal ini penting dilakukan karena layanan cloud harus mampu bekerja tanpa henti (24-jam x 7-hari), mampu menangani request pekerjaan dalam jumlah banyak dan bisa menangani data dalam kapasitas besar. Beberapa komponen penting yang harus memiliki teknologi server, seperti : Processor, Motherboard, Hard Disk dan Power Supply.

Menggunakan Motherboard server dengan dual-LAN port kemampuan Gigabit Ethernet

sebuah server orisinal haruslah menggunakan dual LAN port untuk memisahkan protokol internet pada fungsi server berbeda. Server “non-orisinal” umumnya menggunakan single LAN port seperti sebuah PC Desktop.

Memiliki kemampuan scale-out
Scale-out merupakan kemampuan unik server yang membedakannya dengan perangkat komputer lain. Scale-out adalah fungsi dimana sebuah unit server dapat ditambah jumlahnya, yang digunakan secara bersamaan. Itu mirip seperti kita membangun rumah, yang ditambah ruangan atau tingkat bangunanannya. Dalam arsitektur server, penambahan jumlah server bisa dalam sebuah tumpukan (stack, rackmount atau blade) atau dihubungkan secara standar saja.

sumber:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar